Selasa, 08 Mei 2012

IT FORENSICS


IT FORENSIK
1.1      Apa itu IT FORENSIK
Beberapa definisi IT Forensics yaitu sebagai berikut :
1. IT Forensik adalah penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal. IT Forensik berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer
2.  Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.
3. Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
IT forensik merupakan suatu teknologi baru yang digunakan untuk memperoleh fakta terhadap bukti-bukti digital. Dalam IT Forensik sendiri, menganalisis bukti atau data yang ditelusuri mulai dari awal data tersebut dibuat, hingga proses rekayasa tersebut terjadi(pembuktian terhadap evidence). IT forensik didahului melalui pengumpulan data (dapat berasal dari harddisk, flashdisk, memory, dan sebagainya), setelah itu mendokumentasikan fakta yang didapatkan dengan menjaga integritas data, melihat keterkaitan antar fakta yang didapat sesuai waktu kejadian, melakukan validasi tehadap fakta tersebut dengan metode atau menemukan hipotesa, mendokumentasikan hasil forensik tersebut dan terakhir proses hukum.
1.2 Mengapa menggunakan IT Forensik?
IT Forensik bertujuan untuk mengamankan dan menganalisa bukti digital. Dari data yang diperoleh melalui survey oleh FBI dan The Computer Security Institute, pada tahun 1999 mengatakan bahwa 51% responden mengakui bahwa mereka telah menderita kerugian terutama dalam bidang finansial akibat kejahatan komputer.
Beberapa alasan lain mengapa perlu digunakan IT forensik adalah:
1. Dalam kasus hukum, teknik komputer forensik sering digunakan untuk menganalisis sistem komputer milik terdakwa (dalam kasus pidana) atau milik penggugat (dalam kasus perdata).
2. Untuk memulihkan data jika terjadi kegagalan atau kesalahan hardware atau software.
3. Untuk menganalisa sebuah sistem komputer setelah terjadi perampokan, misalnya untuk menentukan bagaimana penyerang memperoleh akses dan apa yang penyerang itu lakukan.
4. Untuk mengumpulkan bukti untuk melawan seorang karyawan yang ingin diberhentikan oleh organisasi.
5. Untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana sistem komputer bekerja untuk tujuan debugging, optimasi kinerja, atau reverse-engineering.
IT forensic sangat diperlukan karena kejahatan di dunia computer / digital sangat berbeda dengan kejahatan yang terjadi di dunia nyata. Kejahatan yang terjadi di dunia nyata dapat dilakukan reka ulang atau penyelidikan terhadap barang bukti, TKP, dan saksi. Sedangkan di dunia IT, barang IT bisa dihapus / dimusnahkan (jika berupa data), TKP cukup susah ditemukan (misalnya mengetahui computer mana yang digunakan untuk melakukan kejahatan), dan biasanya dilakukan dalam keadaan sendiri (tidak ada saksi).
1.3 Kapan mulai digunakan IT Forensik?
Pada tahun 2002 diperkirakan terdapat sekitar 544 juta orang terkoneksi secara online. Meningkatnya populasi orang yang terkoneksi dengan internet akan menjadi peluang bagi munculnya kejahatan komputer dengan beragam variasi kejahatannya. Dalam hal ini terdapat sejumlah tendensi dari munculnya berbagai gejala kejahatan komputer, antara lain:
1.         Permasalahan finansial. Cybercrime adalah alternatif baru untuk mendapatkan uang. Perilaku semacam carding (pengambil alihan hak atas kartu kredit tanpa seijin pihak yang sebenarnya mempunyai otoritas), pengalihan rekening telepon dan fasilitas lainnya, ataupun perusahaan dalam bidang tertentu yang mempunyai kepentingan untuk menjatuhkan kompetitornya dalam perebutan market, adalah sebagian bentuk cybercrime dengan tendensi finansial.
2.         Adanya permasalahan terkait dengan persoalan politik, militer dan sentimen Nasionalisme. Salah satu contoh adalah adanya serangan hacker pada awal tahun 1990, terhadap pesawat pengebom paling rahasia Amerika yaitu Stealth Bomber. Teknologi tingkat tinggi yang terpasang pada pesawat tersebut telah menjadi lahan yang menarik untuk dijadikan ajang kompetisi antar negara dalam mengembangkan peralatan tempurnya.
3.         Faktor kepuasan pelaku, dalam hal ini terdapat permasalahan psikologis dari pelakunya. Terdapat kecenderungan bahwasanya seseorang dengan kemampuan yang tinggi dalam bidang penyusupan keamanan akan selalu tertantang untuk menerobos berbagai sistem keamanan yang ketat. Kepuasan batin lebih menjadi orientasi utama dibandingkan dengan tujuan finansial ataupun sifat sentimen.
Elemen penting dalam penyelesaian masalah keamanan dan kejahatan dunia komputer adalah penggunaan sains dan teknologi itu sendiri. Dalam hal ini sains dan teknologi dapat digunakan oleh fihak berwenang seperti: penyelidik, kepolisian, dan kejaksaan untuk mengidentifikasi tersangka pelaku tindak kriminal.
Bukti digital (Digital Evidence) merupakan salahsatu perangkat vital dalam mengungkap tindak cybercrime. Dengan mendapatkan bukti-bukti yang memadai dalam sebuah tindak kejahatan, Bukti Digital yang dimaksud dapat berupa adalah : E-mail, file-file wordprocessors, spreadsheet, sourcecode dari perangkat lunak, Image, web browser, bookmark, cookies, Kalender.
1. 4 Siapa yang menggunakan IT Forensik?
Seperti halnya dalam dunia nyata, diperlukan pula ahli Forensik Komputer dalam melaksanakan pekerjaan terkait. Jika dilihat dari kompetensi dan keahliannya, seorang ahli forensic computer yang baik dan lengkap harus memiliki tiga domain atau basis pengetahuan maupun keterampilannya, yaitu:
1.         Segi akademis, paling tidak yang bersangkutan memiliki latar belakang pengetahuan kognitif mengenai cara kerja computer dalam lingkungan jejaring teknologi informasi dan komputasi, terutama berkaitan dengan hal-hal yang bersifat fundamental dalam pengembangan system berbasis digital.
2.         Segi vokasi, dibutuhkan kemampuan untuk melakukan atau kerap disebut sebagai psiko-motorik, karena dalam prakteknya seorang ahli forensic akan melakukan kajian, analisa dan penelitian secara mandiri dengan menggunakan seperangkat peralatan teknis yang spesifik.
3.         Segi profesi, seorang ahli yang baik akan berpegang pada kode etik seorang ahli forensic.
Selain itu, dibutuhkan pula pengalaman yang cukup untuk dapat berkreasi dan berinovasi dalam setiap tantangan kasus forensic. Berdasarkan pengalaman, memang yang paling sulit adalah menyiapkan SDM yang handal di bidang forensic computer.
2. IT Audit Trail
IT Audit Trail adalah suatu bagian yang ada dalam program yang dapat mencatat kegiatan-kegiatan audit secara rinci yang dilakukan oleh para penggunanya. Dengan adanya audit trail makan kita dapat mengetahui apa saja yang dilakukan oleh penggunanya, akses yang telah dilakukan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Dasar ide membuat fitur Audit Trail adalah menyimpan histori tentang suatu data (dibuat, diubah atau dihapus) dan oleh siapa, oleh siapa di sini bisa merupakan seorang IT yang tentunya ahli dibidang IT audit, serta bisa menampilkannya secara kronologis. Dengan adanya Audit Trail ini, semua kegiatan dalam program yang bersangkutan diharapkan bisa dicatat dengan baik. 
IT Audit Trail bisa dikatakan ke akuratan dalam mencatat semua transaksi yang diisi, diubah, atau dihapus oleh seseorang, seseorang di sini merupakan seorang IT yang tentunya ahli dibidang IT Audit. Fasilitas ini dinamakan Audit Trail. Fasilitas ini dapat diaktifkan atau di non-aktifkan melalui menu preferences.
Fasilitas Audit Trail diaktifkan, maka setiap transaksi yang dimasukan ke Accurate, jurnalnya akan dicatat di dalam sebuah tabel, termasuk oleh siapa, dan kapan. Apabila ada sebuah transaksi yang di-edit, maka jurnal lamanya akan disimpan, begitu pula dengan jurnal barunya. Jadi, apa pun yang dilakukan oleh user di Accurate dapat anda pantau dari laporan Audit Trail. Laporan ini dapat berupa summary (aktivitas apa saja yang dilakukan), atau detail (semua perubahan jurnal akan ditampilkan).
Pengguna dari audit trail biasanya merupakan seorang IT yang tentunya ahli dibidang IT audit.
2.1 Cara Kerja Audit Trail
1. Audit Trail yang disimpan dalam suatu tabel
2. Dengan menyisipkan perintah penambahan record ditiap query Insert, Update dan Delete
3. Dengan memanfaatkan fitur trigger pada DBMS. Trigger adalah kumpulan SQL statement, yang secara otomatis menyimpan log pada event INSERT, UPDATE, ataupun DELETE pada sebuah tabel.
2.2 Fasilitas Audit Trail
Fasilitas Audit Trail diaktifkan, maka setiap transaksi yang dimasukan ke Accurate, jurnalnya akan dicatat di dalam sebuah tabel, termasuk oleh siapa, dan kapan. Apabila ada sebuah transaksi yang di-edit, maka jurnal lamanya akan disimpan, begitu pula dengan jurnal barunya.
2.3 Hasil Audit Trail
Record Audit Trail disimpan dalam bentuk, yaitu :
1.         Binary File - Ukuran tidak besar dan tidak bisa dibaca begitu saja
2.         Text File - Ukuran besar dan bisa dibaca langsung
3.         Tabel.
3.Real Time Audit
Real Time Audit atau RTA adalah suatu sistem untuk mengawasi kegiatan teknis dan keuangan sehingga dapat memberikan penilaian yang transparan status saat ini dari semua kegiatan, di mana pun mereka berada. Ini mengkombinasikan prosedur sederhana dan logis untuk merencanakan dan melakukan dana untuk kegiatan dan “siklus proyek” pendekatan untuk memantau kegiatan yang sedang berlangsung dan penilaian termasuk cara mencegah pengeluaran yang tidak sesuai.
Pada Real Time Audit (RTA) dapat juga menyediakan teknik ideal untuk memungkinkan mereka yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kinerja karena sistem ini tidak mengganggu atau investor dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan tanpa menuntut waktu manajer.
Sumber :
http://juliocaesarz.blogspot.com/2011/03/it-audit-trail.html
http://andre46pradita.wordpress.com/2012/03/16/it-forensik/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/it-forensik-3/
http://pyia.wordpress.com/2012/05/07/it-forensik/

Jumat, 13 April 2012

KRITERIA MANAGER YANG BAIK


-->
Pengertian manager
Manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology). Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Pengertian Manajer Proyek (Project Manager)
Manajer Proyek  adalah posisi pertama yang harus diisi. Pekerjaan ini diisi ketika proyek masih sekilas di mata orang, karena Manajer Proyek  yang pertama menentukan apakah sebuah proyek dapat dikerjakan atau tidak. Manajer tingkat atas menugaskan Manajer Proyek  . Mereka mencari seseorang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Keahlian-keahlian lain yang mereka cari adalah pengetahuan tentang manajemen proyek, kemampuan mengorganisasi, dan keahlian teknik.
Kadang-kadang pekerjaan Manajer Proyek  membutuhkan aksi yang tidak umum seperti berkata “Tidak” untuk perubahan permintaan yang menyimpang, mengumumkan kesalahan, atau mendisiplinkan orang-orang. Manajer Proyek  harus mengetahui orang-orang yang terlibat sama seperti dalam politik, prosedur-prosedur pemakaian, dan proyek perusahaan. Keahlian yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini adalah kepemimpinan yang luas, kemampuan bernegosiasi dan diplomasi.
Kriteria Manager Proyek yang baik
Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:
•          Karakter Pribadinya
•          Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
•          Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
a.         Karakter Pribadinya
1.         Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
2.         Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
3.         Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
4.         Asertif
5.         Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.
b.         Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
1.         Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
2.         Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
3.         Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
4.         Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
5.         Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
6.         Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
7.         Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
8.         Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
9.         Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
10.       Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
c.         Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
1.         Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
2.         Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
3.         Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
4.         Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
5.         Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
6.         Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
7.         Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.
8.         Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.
9.         Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
10.       Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.
11.       Mampu membangun kedisiplinan secara struktural.
12.       Mampu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan dari masing-masing anggota tim serta memanfaatkannya sebagai kekuatan individual.
13.       Mendayagunakan setiap elemen pekerjaan untuk menstimulasi rasa hormat dari para personil yang terlibat dan mengembangkan sisi profesionalisme mereka.
14.       Menyediakan sedikit waktu untuk menerima setiap ide yang dapat meningkatkan kematangan serta pengembangan dirinya.
15.       Selalu terbuka atas hal-hal yang mendorong kemajuan.
16.       Memahami secara menyeluruh para anggota tim yang dipimpinnya dan mengembangkan komunikasi efektif di dalamnya.

Untuk mencapai keiteria seorang manajer yang baik, seorang manajer dapat mempraktekkan 12 kunci sukses untuk menjadi manajer proyek yang baik seperti berikut :
1. Perencanaan adalah segalanya serta berkelanjutan
Kegiatan yang paling penting bagi manajer proyek adalah terlibat dalam perencanaan yang terukur, sistematis, dan rencana tim yang terlibat mempunyai dasar hanya bertujuan keberhasilan proyek. Dan ketika seseorang ingin mengubah rencana tersebut, manajer proyek harus membuat yang perencanaan konsep yang baru untuk mencerminkan perubahan yang tepat dan benar. Jadi perencanaan dan replanning harus menjadi cara hidup bagi manajer proyek.
2. Manajer Proyek harus merasakan, dan menjadi panutan anggota tim
Karena proyek usaha terbatas dengan waktu terbatas, uang, dan sumber daya lain yang tersedia juga terbatas, jadi mereka harus terus bergerak ke arah penyelesaian. Karena anggota tim rata-rata memiliki prioritas lain, untuk itu peranan manajer proyek untuk menjaga perhatian mereka pada proyek, untuk mencek status secara berkala, melakukan evaluasi dan sebagai pengingat hal-hal yang sangat penting. Proyek yang berhasil menggunakan siklus proyek yang teruji dan terbukti. Model seperti model ISD standar dan lain-lain yang dijelaskan dalam teks ini dapat membantu memastikan bahwa standar profesional dan praktek terbaik yang dibangun dalam rencana proyek. Tidak hanya model ini yang dapat mendukung kualitas, tetapi manajer proyek membantu untuk meminimalkan ulang kesalahan yang terjadi. Jadi ketika waktu atau tekanan anggaran sangat rendah sehingga mendorong mengambil jalan pintas, maka keputusan itu kembali kepada manajer proyek untuk mengidentifikasi dan mempertahankan siklus proyek.
3. Kegiatan proyek harus divisualisasikan dan dikomunikasikan secara detail
Singkatnya, manajer proyek dan tim proyek harus sejak awal membuat gambar nyata dan menyampaikan kedalam pikiran setiap orang yang terlibat sehingga semua upaya difokuskan pada arah yang sama. Hindari deskripsi samar-samar di semua biaya, memberikan gambaran prototipe rencana dan memastikan bahwa setiap orang setuju untuk itu.
4. Sanggup menyampaikan dan berkembang secara bertahap dalam aproksimasi
Ini hanya terlalu banyak biaya dan risiko terlalu banyak waktu yang dihabiskan dalam pengerjaan ulang untuk melompat dengan kedua kaki dan mulai membangun semua deliverable proyek. Membangun sedikit demi sedikit, mendapatkan review incremental dan persetujuan, dan mempertahankan evolusi dikendalikan.
5. Proyek memerlukan persetujuan jelas oleh sponsor
Persetujuan jelas poin, disertai dengan formal sign-off oleh sponsor, UKM, dan pemangku kepentingan lainnya, harus demarkasi poin dalam evolusi deliverable proyek. It’s ini sederhana: siapa pun yang memiliki kekuatan untuk menolak atau untuk menuntut revisi kiriman setelah mereka selesai harus diperlukan untuk memeriksa dan menyetujui mereka sebagai mereka sedang dibangun.

6. Keberhasilan proyek berkorelasi dengan analisis menyeluruh untuk kebutuhan proyek
Penelitian kami telah menunjukkan bahwa ketika hasil proyek di deliverable yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang didokumentasikan secara menyeluruh, maka ada kemungkinan sukses yang lebih besar proyek. Jadi manajer harus bersikeras bahwa ada kebutuhan bisnis yang didokumentasikan untuk proyek tersebut sebelum mereka setuju untuk mengkonsumsi sumber daya organisasi dalam menyelesaikannya.
7. Tanggung jawab Manajer Proyek harus diimbangi dengan otoritas setara
Ini tidak cukup untuk bertanggung jawab atas hasil proyek, manajer proyek harus meminta dan memperoleh kewenangan yang cukup untuk melaksanakan tanggung jawab mereka. Secara khusus, manajer harus memiliki wewenang untuk mendapatkan dan mengkoordinasikan sumber daya, meminta dan menerima kerjasama UKM, dan membuat tepat, keputusan yang mengikat yang berdampak pada keberhasilan proyek.
8. Para manajer proyek harus berjuang untuk waktu untuk melakukan hal yang benar
Dalam pekerjaan kami dengan manajer proyek ini kita sering mendengar keluhan: “Kami selalu tampaknya memiliki waktu untuk melakukan proyek di atas, saya hanya berharap kami telah meluangkan waktu untuk melakukannya dengan benar di tempat pertama! “Proyek harus memiliki cukup waktu yang tersedia untuk” melakukannya benar pada kali pertama. “Dan manajer proyek harus berjuang untuk kali ini dengan menunjukkan kepada sponsor dan manajer puncak mengapa perlu dan bagaimana waktu yang dihabiskan akan menghasilkan kualitas.
9. manajer proyek harus memperoleh orang-orang terbaik
Dengan akuisisi orang-orang terbaik – yang paling terampil, yang paling berpengalaman, yang terbaik yang memenuhi syarat – manajer proyek sering dapat mengkompensasi waktu terlalu sedikit atau uang atau kendala proyek lainnya. manajer proyek harus berfungsi sebagai advokasi untuk para anggota tim yang berharga, membantu melindungi mereka dari gangguan luar dan membantu mereka mendapatkan alat-alat dan kondisi kerja yang diperlukan untuk menerapkan bakat mereka.
10. Pemilik proyek dan pemegang saham harus menjadi peserta aktif, bukan pelanggan pasif
Kebanyakan sponsor proyek dan stakeholder berhak menuntut kewenangan untuk menyetujui deliverable proyek, baik seluruhnya atau sebagian. Seiring dengan otoritas ini datang tanggung jawab untuk menjadi peserta aktif dalam tahap-tahap awal proyek (membantu untuk menentukan kiriman), untuk menyelesaikan review dari kiriman interim secara tepat waktu (menjaga proyek bergerak), dan membantu mempercepat manajer proyek akses ke UKM, anggota audiens target, dan dokumentasi penting.
11. Proyek harus mempunyai nilai komersil
Ada kalanya manajer proyek harus berfungsi sebagai tenaga penjual untuk menjaga komitmen para stakeholder dan sponsor. Dengan rencana proyek di tangan, manajer proyek mungkin perlu secara berkala mengingatkan orang tentang perlunya bisnis yang sedang dipenuhi dan bahwa kontribusi mereka sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan ini.
12. Manajemen puncak harus aktif menyusun prioritas
Pada saat ini lebih ramping, organisasi otonom mengelola, tidak jarang untuk proyek anggota tim diharapkan untuk memainkan peran aktif tim banyak proyek pada waktu yang sama. Pada akhirnya, ada tiba saatnya ketika sumber daya yang membujur ke batas mereka dan ada terlalu banyak proyek akan selesai dengan sukses. Sebagai tanggapan, beberapa organisasi telah mendirikan Kantor Proyek terdiri dari manajer puncak dari semua departemen untuk bertindak sebagai clearinghouse untuk proyek-proyek dan permintaan proyek. Kantor Proyek review misi keseluruhan organisasi dan strategi, menetapkan kriteria untuk pemilihan proyek dan pendanaan, monitor beban kerja sumber daya, dan menentukan proyek prioritas yang cukup tinggi untuk disetujui. Dengan cara ini manajemen puncak memberikan kepemimpinan yang diperlukan untuk mencegah kemacetan multi-proyek.
Sumber :
http://www.setiabudi.name/archives/990

Sabtu, 07 April 2012

COCOMO (Constructive Cost Model)

Pengertian COCOMO
COCOMO merupakan singkatan dari Constructive Cost Model yaitu algortima model estimasi biaya perangkat lunak yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Barry Boehm. Cocomo merupakan sebuah model – model untuk memperkirakan usaha, biaya dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak.
Model estimasi COCOMO telah digunakan oleh ribuan project manager suatu proyek perangkat lunak, dan berdasarkan pengalaman dari ratusan proyek sebelumnya. Tidak seperti model estimasi biaya yang lain, COCOMO adalah model terbuka, sehingga semua detail dipublikasikan, termasuk :
•           Dasar persamaan perkiraan biaya.
•           Setiap asumsi yang dibuat dalam model.
•           Setiap definisi.
•           Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit
Sejarah COCOMO
COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. 's Book rekayasa ekonomi Perangkat Lunak sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I . Proyek-proyek ini didasarkan pada model waterfall pengembangan perangkat lunak yang merupakan pengembangan software proses lazim pada tahun 1981. Referensi pada model ini dikenal dengan nama COCOMO 81.
Pada tahun 1990, muncul suatu model estimasi baru yang disebut dengan COCOMO II. Secara umum referensi COCOMO sebelum 1995 merujuk pada original COCOMO model yaitu COCOMO 81, setelah itu merujuk pada COCOMO II.
COCOMO II diset sebagai siklus hidup software modern. Orgininal COCOMO model sudah sangat berhasil, tetapi tidak sesuai dengan praktek pengembangan software yang lebih baru sebagaimana dengan software tradisional. COCOMO II menargetkan proyek software pada tahun 1990an sampai 2000an dan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Jenis Implementasi COCOMO
Dalam perkembangannya, COCOMO memiliki 3 jenis implementasi, yaitu :
1. BASIC COCOMO (COCOMO I 1981)
Menghitung dari estimasi jumlah LOC (Lines of Code). Pengenalan COCOMO ini diawali di akhir tahun 70-an. Sang pelopor, Boehm, melakukan riset dengan mengambil kasus dari 63 proyek perangkat lunak untuk membuat model matematisnya. Model dasar dari model ini adalah sebuah persamaan sebagai berikut :
effort = C * size^M                      
ket :
effort = usaha yang dibutuhkan selama proyek, diukur dalam person-months;
c dan M = konstanta-konstanta yang dihasilkan dalam riset Boehm dan tergantung pada penggolongan besarnya proyek perangkat lunak
size = estimasi jumlah baris kode yang dibutuhkan untuk implementasi, dalam satuan KLOC (kilo lines of code).
2. INTERMEDIATE (COCOMO II 1999)
Menghitung  dari  besarnya  program  dan  “cost  drivers”  (faktor-faktor  yangberpengaruh langsung kepada proyek), seperti: perangkat keras, personal, danatribut-atribut proyek lainnya; Selain itu pada jenis ini, COCOMO mempergunakan data-data historis dari proyek-proyek yang pernah menggunakan COCOMO I, dan terdaftar pengelolaan proyeknya dalam COCOMO database. yang dijabarkan dalam kategori dan sub-kategori sebagai berikut :
a. Atribut produk (product attributes) :
1. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
2. Ukuran basis data aplikasi (DATA)
3. Kompleksitas produk (CPLX)
b. Atribut perangkat keras (computer attributes)
1. Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
2. Memori yang dipakai (STOR)
3. Kecepatan mesin virtual (VIRT)
4. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)
c. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
1. Kemampuan analisis (ACAP)
2. Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
3. Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
4. Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
5. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)
d. Atribut proyek (project attributes)
1. Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)
2. Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
3. Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED)
Model-model COCOMO II adalah :
COCOMO II EFFORT EQUATION
Model COCOMO II ini membuat estimasi dari usaha yang dibutuhkan (diukur dari Person-Month) berdasarkan keutamaan dalam estimasi anda akan ukuran proyek perangkat lunak (yang diukur dalam ribuan SLOC atau KSLOC) :
Effort = 2,94 * EAF * (KSLOC)E
ket:
EAF = Effort Adjustment Factor yang berasal dari Cost Drivers adalah produk dari effort multipliers yang terhubung pada masing-masing cost drivers untuk proyek.
E = Eksponen yang berasal dari Scale Drivers.
COCOMO II SCHEDULE EQUATION
COCOMO II Schedule Equation memprediksi jumlah bulan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek perangkat lunak anda. Durasi dari proyek berdasarkan pada usaha yang diprediksi oleh effort equation :
Duration = 3,67 * (Effort)SE
Dimana :
Effort = usaha dari COCOMO II effort equation.
SE = eksponen scheduled equation yang berasal dari Scale Drivers.
COCOMO II memiliki 3 model berbeda, yakni:
a) The Application Composition Model
Sesuai untuk pembangunan proyek dengan tools GUI-builder yang modern. Berdasar pada Object Points baru.
b) The Early Design Model
Model ini dapat digunakan untuk mendapat estimasi kasar biaya dan durasi dari suatu proyek sebelum menentukan arsitektur keseluruhan proyek tersebut. Model ini menggunakan sekumpulan kecil cost driver baru dan persamaan estimasi baru. Berdasar pada Unadjusted Function Points atau KSLOC.
c) The Post-Architecture Model
Ini adalah model COCOMO II yang paling detail. Digunakannya setelah membentuk arsitektur proyek secara menyeluruh. Model ini memiliki cost driver baru, aturan penghitungan baris yang baru, dan persamaan baru.
3. ADVANCE COCOMO
Memperhitungkan semua karakteristik dari intermediate di atas dan cost drivers dari setiap fase (analisis, desain, implementasi, dsb) dalam siklus hidup pengembangan perangkat lunak. Model rinci kegunaan yang berbeda upaya pengali untuk setiap driver biaya atribut tersebut. Sensitif pengganda tahap upaya masing-masing untuk menentukan jumlah usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tahap.
Pada COCOMO rinci, upaya dihitung sebagai fungsi dari ukuran program dan satu set driver biaya yang diberikan sesuai dengan tiap tahap siklus hidup rekayasa perangkat lunak. Fase yang digunakan dalam COCOMO rinci perencanaan kebutuhan dan perancangan perangkat lunak, perancangan detil, kode dan menguji unit, dan pengujian integrasi.
COCOMO berlaku untuk tiga kelas proyek perangkat lunak:
•           Organik proyek : “kecil” tim dengan pengalaman “baik” bekerja dengan “kurang dari kaku” persyaratan.
•           Semi-terpisah proyek : “sedang” tim dengan pengalaman bekerja dicampur dengan campuran persyaratan kaku kaku dan kurang dari.
•           Embedded proyek : dikembangkan dalam satu set “ketat” kendala (hardware, software, operasional).
Sumber :                                                                                  
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/cocomo-9/
http://singlesmilesoup.blogspot.com/2012/04/cocomo.html
haryanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../COCOMO.ppt
http://www.scribd.com/doc/49646935/COCOMO